Advertisement
![]() |
| Foto: Fabio Quartararo. |
FragmenKata.com - Hingga beberapa laga balap terakhir gelaran MotoGP 2022, Quartararo belum memperlihatkan penampilan terbaiknya. Hal tersebut turut menarik perhatian pembalap Yamaha RNF, Andrea Dovizioso, dalam membeberkan penyebabnya.
Musim MotoGP 2022 telah berjalan empat seri, di antaranya GP Qatar, Indonesia, Argentina, dan Amerika. El Diablo (Julukan Quartararo, red) baru meraih satu podium usai finis di posisi kedua saat menjajali aspal Sirkuit Mandalika, pada 20 Maret 2022 lalu.
Melihat hal tersebut, sebagai pembalap veteran yang menunggangi motor sama dengan Quartararo, yakni YZR-M1, Dovizioso tahu betul alasan pembalap asal Prancis tersebut gagal bersaing pada awal musim ini.
Menurutnya, mesin pada YZR-M1 memiliki penuh kekurangan, terutama performanya. Sulit untuk menjadi yang tercepat di setiap grand prix dengan YZR-M1. Dovizioso menuturkan, para pembalap harus balapan sesuai dengan karakteristik motor, bukan sekadar gaya balapannya sendiri.
Musim MotoGP 2022 telah berjalan empat seri, di antaranya GP Qatar, Indonesia, Argentina, dan Amerika. El Diablo (Julukan Quartararo, red) baru meraih satu podium usai finis di posisi kedua saat menjajali aspal Sirkuit Mandalika, pada 20 Maret 2022 lalu.
Melihat hal tersebut, sebagai pembalap veteran yang menunggangi motor sama dengan Quartararo, yakni YZR-M1, Dovizioso tahu betul alasan pembalap asal Prancis tersebut gagal bersaing pada awal musim ini.
Menurutnya, mesin pada YZR-M1 memiliki penuh kekurangan, terutama performanya. Sulit untuk menjadi yang tercepat di setiap grand prix dengan YZR-M1. Dovizioso menuturkan, para pembalap harus balapan sesuai dengan karakteristik motor, bukan sekadar gaya balapannya sendiri.
"Ada dua sisi cerita. Salah satunya adalah seberapa kompetitif Yamaha. Itu adalah area yang dikeluhkan Fabio," kata Dovizioso, dikutip dari Motorsport-Total, pada Minggu (17/4/2022).
"Itu menyangkut kurangnya performa mesin. Cerita lainnya adalah bagaimana bersaing dengan karakteristik Yamaha saat ini," ujarnya.
Sedangkan di sisi lain, cengkraman ban YZR-M1 menjadi yang terburuk dari komponen motor tersebut Tak seperti motor-motor Yamaha sebelumnya yang selalu unggul dalam tikungan, YZR-M1 di tahun ini justru sulit untuk melakukan overtaking saat melakukan tikungan dengan kecepatan tinggi.
"Itu menyangkut kurangnya performa mesin. Cerita lainnya adalah bagaimana bersaing dengan karakteristik Yamaha saat ini," ujarnya.
Sedangkan di sisi lain, cengkraman ban YZR-M1 menjadi yang terburuk dari komponen motor tersebut Tak seperti motor-motor Yamaha sebelumnya yang selalu unggul dalam tikungan, YZR-M1 di tahun ini justru sulit untuk melakukan overtaking saat melakukan tikungan dengan kecepatan tinggi.
"Ini sangat, sangat sulit. Menurut saya, masalah terbesar bukan pada mesinnya, melainkan pada gripnya," keluhnya.
Ikuti berita lainnya di Google News, klik di sini
Ikuti berita lainnya di Google News, klik di sini
