Advertisement
FragmenKata.com – Kabar angin perihal penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan terus terdengar santer.
Di tengah desas-desus tersebut, muncul nama eks Pansel KPU, Juri Ardiantoro, sebagai calon pengganti Anies Baswedan untuk menjabat gubernur sementara.
Meski Juri Ardiantoro terbilang baru, khususnya di Jakarta, namun Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) tersebut ramai digadang-gadang bersama dua nama popular lain, yakni mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah yang juga mantan Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, dan Sekda DKI Jakarta yang juga mantan Walikota Jakarta Selatan, Marullah Mattali.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI, Zita Anjani, menilai ketiganya layak untuk menggantikan Anies Baswedan menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta nanti.
"Kalau melihat dari tiga nama yang diusulkan, semuanya bagus. Pak Heru Budi bagus, pernah jadi eksekutif Ibu Kota, tentu paham dengan psikologis Jakarta. Pak Marullah bagus, Sekda kita saat ini. Begitu pun dengan Pak Juri Ardiantoro, bagus, banyak pengalaman dalam memimpin," ujar Zita Anjani, lewat keterangannya, pada Jumat (13/5/2022) kemarin.
Zita menyebutkankan, jika kewenangan terkait penunjukan Penjabat Gubernur DKI Jakarta sepenuhnya berada di tangan Presiden berdasarkan usulan Kemendagri. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut berharap, Pj Gubernur DKI Jakarta akan melanjutkan pembangunan yang belum tuntas selama Anies menjabat hingga tahun terpilihnya gubernur definitif pada 2024 mendatang.
"Siapapun yang akan jadi Pj Gubernur, semoga bisa merealisasikan rencana pembangunan yang belum terealisasi dan melanjutkan apa yang sudah berjalan. Salah satunya Formula E," ujarnya.
Di tengah desas-desus tersebut, muncul nama eks Pansel KPU, Juri Ardiantoro, sebagai calon pengganti Anies Baswedan untuk menjabat gubernur sementara.
Meski Juri Ardiantoro terbilang baru, khususnya di Jakarta, namun Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) tersebut ramai digadang-gadang bersama dua nama popular lain, yakni mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah yang juga mantan Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, dan Sekda DKI Jakarta yang juga mantan Walikota Jakarta Selatan, Marullah Mattali.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI, Zita Anjani, menilai ketiganya layak untuk menggantikan Anies Baswedan menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta nanti.
"Kalau melihat dari tiga nama yang diusulkan, semuanya bagus. Pak Heru Budi bagus, pernah jadi eksekutif Ibu Kota, tentu paham dengan psikologis Jakarta. Pak Marullah bagus, Sekda kita saat ini. Begitu pun dengan Pak Juri Ardiantoro, bagus, banyak pengalaman dalam memimpin," ujar Zita Anjani, lewat keterangannya, pada Jumat (13/5/2022) kemarin.
Zita menyebutkankan, jika kewenangan terkait penunjukan Penjabat Gubernur DKI Jakarta sepenuhnya berada di tangan Presiden berdasarkan usulan Kemendagri. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut berharap, Pj Gubernur DKI Jakarta akan melanjutkan pembangunan yang belum tuntas selama Anies menjabat hingga tahun terpilihnya gubernur definitif pada 2024 mendatang.
"Siapapun yang akan jadi Pj Gubernur, semoga bisa merealisasikan rencana pembangunan yang belum terealisasi dan melanjutkan apa yang sudah berjalan. Salah satunya Formula E," ujarnya.
Berkaitan dengan kabar tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, tidak berkomentar banyak. Dia mengatakan, dirinya akan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pemerintah pusat.
"Pokoknya kita serahkan kepada pemerintah pusat yang terbaik," ucap Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/5/2022).
Menurutnya, siapa pun pengganti Anies mendatang, dipastikan agar memiliki kompetensi yang mumpuni. Riza menegaskan, posisi Pj Gubernur DKI Jakarta menjadi wilayah kewenangan penuh presiden. Ia mengatakan, tidak ingin mencampuri urusan pemerintah pusat, apalagi kewenangan presiden.
"Yang penting nanti siapa pun yang ditugaskan kita dukung bersama pasti yang ditugaskan adalah orang yang memiliki kompetensi dan pemahaman yang baik," pungkasnya.
Ikuti berita lainnya di Google News, klik di sini
"Pokoknya kita serahkan kepada pemerintah pusat yang terbaik," ucap Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/5/2022).
Menurutnya, siapa pun pengganti Anies mendatang, dipastikan agar memiliki kompetensi yang mumpuni. Riza menegaskan, posisi Pj Gubernur DKI Jakarta menjadi wilayah kewenangan penuh presiden. Ia mengatakan, tidak ingin mencampuri urusan pemerintah pusat, apalagi kewenangan presiden.
"Yang penting nanti siapa pun yang ditugaskan kita dukung bersama pasti yang ditugaskan adalah orang yang memiliki kompetensi dan pemahaman yang baik," pungkasnya.
Ikuti berita lainnya di Google News, klik di sini
