Advertisement
![]() |
| Foto: Tyson Fury dengan Dillia Whyte. |
FragmenKata.com - Tyson Fury akui pukulan keras Dillian Whyte perlu diwaspadai dalam duel pertahanan gelar juara tinju dunia kelas berat (+90,2kg) WBC di Wembley Stadium, Wembley, London, Inggris, pada Sabtu (23/4/2022).
Tyson Furymengatakan, lawan yang akan ia dihadapi adalah petinju yang memiliki kemampuan. Fury paham benar perihal kekuatan Whyte, karena sebelumnya ia pernah menjadi lawan tandingnya.
"Ini akan menjadi pertandingan yang hebat. Menang, kalah, atau imbang, saya akan memberikan perlawanan yang ketat. Banyak risiko pada laga nanti. Whyte memiliki pukulan yang bisa melumpuhkan banteng. Dia adalah petinju yang sagat berbahaya dan tidak boleh dianggap enteng," kata Fury seperti dikutip laman resmi WBC, Jumat.
Fury mengungkapkan, pertandingan kali ini akan menjadi laga spesial baginya karena merupakan penampilan pertama di London sejak Februari 2015.
Dalam beberapa tahun terakhir, petinju berusia 33 tahun itu memang lebih banyak bertanding di Amerika Serikat (AS). Fury telah meraih gelar WBC setelah dua kali mengalahkan Deontay Wilder masing-masing pada 22 Februari 2020 dan 9 Oktober 2021 lalu.
Tyson Furymengatakan, lawan yang akan ia dihadapi adalah petinju yang memiliki kemampuan. Fury paham benar perihal kekuatan Whyte, karena sebelumnya ia pernah menjadi lawan tandingnya.
"Ini akan menjadi pertandingan yang hebat. Menang, kalah, atau imbang, saya akan memberikan perlawanan yang ketat. Banyak risiko pada laga nanti. Whyte memiliki pukulan yang bisa melumpuhkan banteng. Dia adalah petinju yang sagat berbahaya dan tidak boleh dianggap enteng," kata Fury seperti dikutip laman resmi WBC, Jumat.
Fury mengungkapkan, pertandingan kali ini akan menjadi laga spesial baginya karena merupakan penampilan pertama di London sejak Februari 2015.
Dalam beberapa tahun terakhir, petinju berusia 33 tahun itu memang lebih banyak bertanding di Amerika Serikat (AS). Fury telah meraih gelar WBC setelah dua kali mengalahkan Deontay Wilder masing-masing pada 22 Februari 2020 dan 9 Oktober 2021 lalu.
Sepanjang karier profesionalnya, Fury telah mencatatkan rekor tak terkalahkan dengan rincian 31 menang dan satu kali imbang ketika menghadapi Wilder pada pertemuan pertama 1 Desember 2018.
Namun di sisi lain, pada duel tersebut Whyte akan hadir dengan ambisi besar untuk bisa menyandang gelar juara dunia WBC.
Whyte berkesempatan berhadapan dengan Fury setelah sebelumnya menyelesaikan misi balas dendamnya atas Alexander Povetkin di Europa Point Complex Gibraltar pada 27 Maret 2021. Kemenangan tersebut membawa Whyte kembali menjadi pemegang gelar WBC Interim kelas berat.
Selama berkarier di dunia tinju profesional, Dillian Whyte telah mengantongi 28 kemenangan dan dua kali kalah sepanjang pertandingannya. Dirinya optimistis akan mengalahkan Fury, pada akhir pekan ini.
"Saya akan melakukan yang terbaik untuk meraih kemenangan. Saya telah mengambil risiko dalam hidup saya. Saya memiliki kamp pelatihan yang hebat dan kami akan melakukan yang terbaik di atas ring," kata Whyte.
Ikuti berita lainnya di Google News, klik di sini
Namun di sisi lain, pada duel tersebut Whyte akan hadir dengan ambisi besar untuk bisa menyandang gelar juara dunia WBC.
Whyte berkesempatan berhadapan dengan Fury setelah sebelumnya menyelesaikan misi balas dendamnya atas Alexander Povetkin di Europa Point Complex Gibraltar pada 27 Maret 2021. Kemenangan tersebut membawa Whyte kembali menjadi pemegang gelar WBC Interim kelas berat.
Selama berkarier di dunia tinju profesional, Dillian Whyte telah mengantongi 28 kemenangan dan dua kali kalah sepanjang pertandingannya. Dirinya optimistis akan mengalahkan Fury, pada akhir pekan ini.
"Saya akan melakukan yang terbaik untuk meraih kemenangan. Saya telah mengambil risiko dalam hidup saya. Saya memiliki kamp pelatihan yang hebat dan kami akan melakukan yang terbaik di atas ring," kata Whyte.
Ikuti berita lainnya di Google News, klik di sini
%20(4).jpeg)