Advertisement

lisensi

Ilham Gunawan
07 May 2022, 15:31 WIB
Last Updated 2022-05-24T23:35:30Z
HeadlineNews

IDAI Ungkap Sejumlah Risiko Hepatitis Akut Misterius Mudah Serang Anak

Advertisement
Foto: Ilustrasi.

FragmenKata.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ungkapkan sejumlah faktor risiko hepatitis akut misterius yang mudah serang anak-anak. Faktor risiko yang belum diketahui etiologinya tersebut masih berkaitan dengan sistem imunitas tubuh.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI Muzal Kadim menyebutkan, beberapa faktor risiko terbesar hepatitis akut misterius ini adalah menyerang anak-anak yang memiliki masalah dengan sistem imun atau yang acap kali disebut dengan pasien immunocompromised.

"Memang faktor risiko terbesar adalah immunocompromised," kata dokter spesialis anak melalui diskusi daring dari Rumah Sakit Pondok Indah, Sabtu (7/5/2022).

Menurut Muzal, imunitas yang lemah dapat disebabkan beberapa hal, di antaranya yakni akibat kondisi gizi buruk atau kurang pada anak, sedang mendapat obat-obatan tertentu yang menekan pada sistem imunm hingga kondisi anak terkena Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Namun, Muzal berpendapat, dalam kasus-kasus lainnya yang tercatat di berbagai negara, terdapat pula kasus yang terserang hepatitis akut misterius ini karena tidak ditemukannya immunocompromised. Oleh karena itu, Muzal mengatakan, ilmu kedokteran masih terus menginvestigasi penyakit tersebut hingga saat ini.

"Buat sebagain anak tidak ditemukan immunocompromised, justru itu makanya agak aneh dan unik. Kasusnya berat tapi pada anak-anak yang tidak mempunyai immunocompromised tersebut, jadi saat ini masih dicari," ujar dia.

Hepatitis akut ini, lanjut Muzal, belum banyak diketahui karena masih dalam tahap investigasi di dunia kedokteran. Etiologi pastinya, sambungnya, belum diketahui apakah penyakit ini disebabkan adenovirus, Epstein-Barr virus (EBV), atau Cytomegalovirus (CMV) atau HSV.

"Itu semuanya banyak virus-virus yang bisa diduga menyebabkan hepatitis akut berat. Tapi yang dilaporkan WHO sebagai KLB ini tidak spesifik semua, jadi ada yang ketemu ada yang tidak ketemu," kata Muzal.

Muzal juga berpendapat, dalam penelusuran yang telah dilakukan dari berbagai laporan kasus tersebut, ditemukan adanya adenovirus ataupun Covid-19 dalam pasien-pasien hepatitis akut itu, tetapi ada juga yang tidak ditemukan adenovirus maupun Covid-19.

"Karena itu diduga apa ini faktor penyebab pastinya masih diselediki sampai sekarnag. Diduga masih ke arah adenovirus 41 tapi tidak semuanya juga ada ditemukan adenovirus 41 ini karena belum banyak diketahui sampai saat ini," ucapnya.



Ikuti berita lainnya di Google News, klik di sini