Advertisement

lisensi

Ilham Gunawan
16 June 2022, 04:48 WIB
Last Updated 2022-06-15T21:56:49Z
BisnisHeadline

Resmi Diganti, Berikut Rapot Merah Muhammad Lutfi Saat Jadi Menteri Perdagangan

Advertisement
Mantan Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi. (Kemendag)

FragmenKata.com - Direktur of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengungkapkan sejumlah rapot merah dari Muhammad Lutfi ketika dirinya masih menjabat sebagai Menteri Perdagangan.

Bhima mengatakan, raport merah Muhammad Lutfi yang pertama yakni ketidakmampuannya dalam mengendalikan harga minyak goreng dari mulai tahun 2021 yang harganya terus meroket.

"Selama kepemimpinannya dia tidak mampu mengendalikan harga minyak goreng dan tunduk pada kekuatan perusahaan yang mengendalikan pasar meski sudah bereksperimen dengan aneka kebijakan. Pelarangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) juga tidak efektif bahkan berujung pada jatuhnya harga Tandan Buah Sawit (TBS) di level petani," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (15/6/2022).

Lalu rapot merah Muhammad Lutfi selanjutnya adalah perihal pengawasan internal yang lemah. Hal tersebut dinilai Bhima, menyusul tertangkapnya Dirjen Perdagangan Luar Negeri mengenai izin ekspor CPO sehingga membuat integritas Kementerian Perdagangan dipertanyakan.

Kemudian raport merahnya yang ketiga yakni terkait kinerja neraca perdagangan yang dinilai kurang.

Sejatinya kinerja neraca perdagangan mencatat surplus, lanjut Bhima, hanya saja masih didominasi oleh faktor eksternal, yakni "boom" harga komoditas dan bukan kinerja ekspor manufaktur yang bernilai tambah.

Oleh karena itu, Bhima berharap bahwa siapapun sosok menteri penggantinya, diharapkan dapat menyelesaikan masalah rantai distribusi pangan, khususnya mengenai minyak goreng.

"Yang tak kalah penting lainnya adalah mau melakukan pembersihan di internal Kementerian Perdagangan khususnya pejabat yang menangani izin ekspor impor pangan," pungkasnya.


Ikuti berita lainnya di Google News, klik di sini