Advertisement

lisensi

Ilham Gunawan
18 April 2022, 15:16 WIB
Last Updated 2022-05-25T03:57:40Z
Bisnis

Harga LPG Nonsubsidi Naik, Masyarakat Akan Pilih Migrasi ke Subsidi

Advertisement


Foto: Ilustrasi.

FragmenKata.com - Permasalahan terkait kenaikan harga Liqufied Petroleum Gas atau LPG nonsubsidi diharapkan bisa segera ditangani Pemerintah, misal dengan membangun jaringan gas bumi sehingga masyarakat tidak memilih migrasi ke LPG subsidi.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Diah Nurwitasari, mengatakan pemerintah kiranya perlu mewaspadai dampak atas kenaikan harga LPG nonsubsidi, yakni pergeseran konsumsi LPG nonsubsidi ke LPG bersubsidi. Jika ini terjadi, tentu akan membuat subsidi LPG menjadi meningkat karena terjadi penambahan konsumen karena peralihan.

“Telah terjadi pergeseran dari masyarakat terkait penggunaan LPG non-subsidi. Karena kenaikan harga LPG non-subsidi, sehingga membuat masyarakat beralih menggunakan LPG Subsidi. Ini perlu di perhatikan secara detail oleh Pemerintah,” kata Diah, pada Minggu (17/4/2022).

Untuk memenuhi kebutuhan energi LPG yang terus meningkat tersebut, Diah mendorong pemerintah agar mempercepat perkembangan pelaksanaan jaringan gas di seluruh wilayah. Sehingga, kebutuhan energi rumah tangga bisa dipenuhi oleh gas bumi.

“Potensi gas alam Indonesia sangat besar. Hal ini perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Pemerintah. Oleh sebab itu, perlu ditopang oleh kebijakan yang progresif,” ungkapnya.

Lapisan masyarakat, menurut Diah, telah mengalami perubahan. Adanya pergeseran dari kondisi ekonomi masyarakat menengah saat pandemi, menjadikan masyarakat menengah sangat kesulitan, sehingga dibutuhkan bahan bakar rumah tangga yang lebih terjangkau.

“Saat terjadi PHK, ataupun kerugian dalam usaha, hal ini telah menyebabkan kondisi ekonomi masyarakat relatif menurun. Sehingga diperlukan penyesuaian data yang sangat aktual dan terverifikasi," pungkasnya.



Ikuti berita lainnya di Google News, klik di sini