Advertisement
FragmenKata.com - Peneliti keamanan siber Kaspersky, Igor Golovin, mengklaim telah menemukan 3 aplikasi yang bisa menguras pulsa bagi pengguna Android, ketiga aplikasi tersebut diketahui bisa ditemukan di Google Play Store.
Dilansir dari The Hacker News, Rabu (11/5/2022), ketiga aplikasi tersebut mengandung ternyata malware Joker, antara lain Style Message (com.stylelacat.messagearound), Blood Pressure App (blood.maodig.raise.bloodrate.monitorapp.plus.tracker.tool.health), dan Camera PDF Scanner (com.jiao.hdcam.docscanner).
Berdasarkan informasi tersebut, Joker merupakan malware yang telah lama beredar di Google Play Store. Meskipun sudah sering ditangani, tetap saja kerap muncul kembali untuk menggantikan versi yang lama.
"Mereka biasanya tersebar di Google Play, para pelaku mengundih aplikasi asli dari toko, lalu menambahkan kode berbahaya ke dalamnya, dan menggunggah ulang aplikasi menggunakan nama yang berbeda," ujar Golovin.
Golvin menjelaskan, malware Joker punya kemampuan untuk menguras pulsa para korbannya, dengan cara mendaftarkan nomor target korban berupa layanan SMS premium.
Dilansir dari The Hacker News, Rabu (11/5/2022), ketiga aplikasi tersebut mengandung ternyata malware Joker, antara lain Style Message (com.stylelacat.messagearound), Blood Pressure App (blood.maodig.raise.bloodrate.monitorapp.plus.tracker.tool.health), dan Camera PDF Scanner (com.jiao.hdcam.docscanner).
Berdasarkan informasi tersebut, Joker merupakan malware yang telah lama beredar di Google Play Store. Meskipun sudah sering ditangani, tetap saja kerap muncul kembali untuk menggantikan versi yang lama.
"Mereka biasanya tersebar di Google Play, para pelaku mengundih aplikasi asli dari toko, lalu menambahkan kode berbahaya ke dalamnya, dan menggunggah ulang aplikasi menggunakan nama yang berbeda," ujar Golovin.
Golvin menjelaskan, malware Joker punya kemampuan untuk menguras pulsa para korbannya, dengan cara mendaftarkan nomor target korban berupa layanan SMS premium.
Setelah itu, malware Joker kemudian mampu mencuri data pengguna, seperti riwayat SMS, daftar kontak, hingga informasi mengenai perangkat korban.
Aplikasi yang membawa malware Joker, sambung Golvin, biasanya berwujud aplikasi messaging, kesehatan, dan pemindai PDF. Jika diinstal, aplikasi tersebut akan meminta izin untuk mengakses SMS dan notifikasi, kemudian memanfaatkannya untuk mendaftarkan target korban ke layanan SMS premium.
“Malware Joker ini, selalu dibekali trik baru untuk mengelabui deteksi keamanan Google. Salah satunya dengan mengaktifkan kode berbahaya setelah aplikasi berhasil masuk ke Play Store,” terang Golvin.
Ikuti berita lainnya di Google News, klik di sini
Aplikasi yang membawa malware Joker, sambung Golvin, biasanya berwujud aplikasi messaging, kesehatan, dan pemindai PDF. Jika diinstal, aplikasi tersebut akan meminta izin untuk mengakses SMS dan notifikasi, kemudian memanfaatkannya untuk mendaftarkan target korban ke layanan SMS premium.
“Malware Joker ini, selalu dibekali trik baru untuk mengelabui deteksi keamanan Google. Salah satunya dengan mengaktifkan kode berbahaya setelah aplikasi berhasil masuk ke Play Store,” terang Golvin.
Ikuti berita lainnya di Google News, klik di sini

